Palembang – Anggota MPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Drs. H. Mohd. Iqbal Romzi (A-443), melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Palembang pada 17 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan pembukaan. Suasana berlangsung khidmat melalui pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan panitia, pembacaan doa, serta foto bersama. Rangkaian pembukaan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebangsaan sebelum memasuki sesi utama penyampaian materi.
Dalam pemaparannya, Iqbal Romzi menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai kebangsaan sangat diperlukan agar masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang.
Materi pertama yang disampaikan membahas Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila dinilai tidak hanya menjadi landasan dalam penyelenggaraan negara, tetapi juga menjadi pedoman moral dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus diaktualisasikan dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi yang menjadi dasar penyelenggaraan pemerintahan. Dalam penjelasannya, narasumber menekankan pentingnya pemahaman terhadap hak dan kewajiban warga negara sebagaimana diatur dalam konstitusi agar tercipta kehidupan demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Pembahasan selanjutnya menyoroti pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat rasa cinta tanah air serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Komitmen terhadap NKRI menjadi syarat utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.
Pada materi terakhir, peserta diajak memahami makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat keberagaman bangsa Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial harus dipandang sebagai kekayaan bangsa yang memperkuat persatuan, bukan sebagai faktor pemecah belah masyarakat.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Salah seorang peserta menanyakan peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa di tengah maraknya perbedaan pandangan yang berkembang di ruang digital. Menanggapi hal tersebut, Iqbal Romzi menjelaskan bahwa generasi muda harus mampu menjadi teladan dalam menjaga etika bermedia sosial, mengedepankan dialog yang konstruktif, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aktivitas kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta diharapkan semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman yang kuat terhadap Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa serta memperkuat kehidupan demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.






