Daerah  

Stok Beras Tembus 4 Juta Ton, BULOG Jaga Kualitas Ketat Lewat Standar Modern dan Fumigasi Rutin

Jakarta, 21 Juni 2025 — Di tengah lonjakan cadangan beras pemerintah yang kini mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, Perum BULOG memastikan bahwa kualitas beras di seluruh gudang penyimpanan tetap terjaga secara optimal. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita, sebagai respons atas tingginya perhatian publik terhadap pengelolaan stok pangan nasional.

“Kami menjamin bahwa seluruh proses penyimpanan beras dilakukan dengan standar operasional yang ketat dan terukur. Tidak hanya soal jumlah, tapi juga soal mutu. Itulah prinsip utama BULOG dalam mengelola logistik pangan nasional,” ujar Febby di Jakarta, Sabtu (21/6/2025).

Hingga akhir Juni 2025, BULOG berhasil mengamankan stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar lebih dari 4 juta ton, angka tertinggi sejak lembaga ini berdiri pada tahun 1969. Jumlah ini merupakan hasil kerja keras menyeluruh dari proses penyerapan gabah petani yang masif sepanjang semester pertama tahun ini, dan menjadi pilar utama dalam menjamin stabilitas pangan nasional.

Namun, di balik capaian besar ini, BULOG tidak menutup mata terhadap tantangan utama: bagaimana menjaga agar beras yang disimpan dalam jumlah besar tetap dalam kondisi layak konsumsi saat disalurkan ke masyarakat.

Langkah-Langkah Pengamanan Kualitas Beras di Gudang BULOG
Dalam keterangannya, Febby menegaskan bahwa BULOG menjalankan sejumlah prosedur perawatan dan pengawasan kualitas yang telah menjadi bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) internal perusahaan. Beberapa di antaranya termasuk:

Fumigasi Rutin Setiap Tiga Bulan

Fumigasi adalah metode pengasapan menggunakan bahan kimia khusus untuk membasmi hama dan mikroorganisme yang dapat merusak kualitas beras. Ini menjadi salah satu langkah kunci dalam menghindari kerusakan stok selama penyimpanan jangka panjang.

Spraying Pencegah Jamur dan Serangga

Selain pengasapan, dilakukan penyemprotan dengan bahan pengaman berstandar pangan untuk mencegah perkembangan jamur serta gangguan dari serangga gudang seperti kutu beras atau ngengat.

Penggunaan Palet di Setiap Gudang

Untuk menghindari kontak langsung beras dengan lantai gudang yang bisa menyebabkan kelembaban, BULOG memastikan seluruh gudang kini telah dilengkapi palet-palet plastik atau kayu di dasar tumpukan beras. Ini juga membantu sirkulasi udara lebih baik.

Monitoring Berkala oleh Petugas Mutu

BULOG menyiapkan petugas pemeriksa mutu di tiap gudang. Mereka secara berkala melakukan pemeriksaan fisik, pencatatan suhu dan kelembaban gudang, serta pengambilan sampel untuk uji kualitas beras.

Kualitas Jadi Prioritas, Bukan Sekadar Kuantitas
Langkah-langkah ini dilakukan bukan hanya untuk menjawab kebutuhan teknis pengelolaan logistik, tetapi juga sebagai bentuk komitmen BULOG untuk menghadirkan pangan yang layak konsumsi dan bermutu bagi masyarakat, terutama dalam program-program sosial seperti:

Bantuan Pangan Beras untuk 18,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sedang digencarkan oleh pemerintah melalui Bapanas.

Cadangan intervensi pasar dalam rangka mengendalikan harga beras saat terjadi gejolak inflasi.

Cadangan pangan untuk kebencanaan atau kebutuhan darurat nasional.

“Setiap butir beras yang kami simpan punya tujuan mulia. Oleh karena itu, menjaga kualitas bukan hanya tugas teknis, tapi bentuk tanggung jawab moral kami kepada bangsa,” tegas Febby.

Modernisasi Sistem Gudang dan Infrastruktur
Selain perawatan berkala, BULOG juga terus melakukan modernisasi terhadap infrastruktur pergudangan. Kini, banyak gudang telah dilengkapi dengan:

Sistem ventilasi otomatis

Sensor suhu dan kelembaban digital

Sistem rotasi stok berbasis barcode dan digitalisasi data logistik

Dengan sistem ini, pengelolaan stok tidak lagi dilakukan secara manual semata, tetapi sudah mengarah pada manajemen logistik pintar berbasis data real-time. Ini membantu BULOG untuk mencegah potensi expired stock, mempercepat proses distribusi, dan mendeteksi potensi kerusakan sebelum terjadi.

Apresiasi atas Kinerja Lapangan yang Senyap tapi Strategis
Meski tidak selalu terlihat oleh publik, kerja para petugas BULOG di lapangan—termasuk tenaga gudang, teknisi fumigasi, dan petugas mutu—menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas cadangan beras nasional.

“Kita patut apresiasi para insan BULOG di gudang-gudang dari Aceh sampai Papua. Mereka bekerja dalam senyap, tapi hasil kerja mereka menjadi pondasi ketahanan pangan nasional,” ungkap Febby dengan bangga.

BULOG juga terus menjalin kerja sama dengan institusi riset seperti IPB University, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional untuk terus menyempurnakan sistem pengamanan mutu pangan di gudang.

Masyarakat Tak Perlu Khawatir: Beras Aman, Kualitas Terjaga
Dengan segala langkah yang telah dilakukan, BULOG memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal kualitas beras yang akan diterima, baik melalui program bantuan sosial maupun pembelian di pasaran saat ada operasi pasar murah.

“Setiap beras yang kami salurkan telah melalui quality control ketat. Kita tidak hanya bicara soal cadangan yang besar, tapi juga soal aman, sehat, dan layak konsumsi,” pungkas Febby.

Penutup: BULOG, Pilar Ketahanan Pangan Modern
Dalam perjalanan panjangnya yang kini memasuki usia ke-58 tahun, BULOG telah berevolusi menjadi lembaga logistik pangan yang modern, profesional, dan tangguh menghadapi tantangan global. Dengan stok beras yang kini mencapai rekor tertinggi dan sistem mutu yang terus diperkuat, BULOG telah membuktikan bahwa ketahanan pangan Indonesia bukan hanya mimpi, tapi sedang diwujudkan—satu karung beras berkualitas pada satu waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *