Indralaya Utara, 9 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dari Kelompok 8 menggelar sosialisasi langsung mengenai penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Parit, Indralaya Utara. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (9/7) sekitar pukul 14.00 WIB di Gedung Raga Desa Parit.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keuangan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di pedesaan, agar lebih siap menghadapi perkembangan sistem pembayaran digital yang semakin pesat.
“Kami ingin memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya secara teori, tetapi juga praktik langsung. QRIS menjadi solusi modern yang dapat membantu pelaku usaha di desa beradaptasi dengan sistem pembayaran non-tunai,” ujar Ketua Kelompok 8 KKN UIN Raden Fatah, Bayu Riski Samudera.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa membimbing langsung para pelaku UMKM tentang cara mengaktifkan QRIS serta memberikan edukasi terkait pentingnya perlindungan konsumen dalam transaksi digital. Sosialisasi ini juga mendapat antusias tinggi dari warga yang hadir.Ibu Irna (43), salah satu peserta kegiatan dan pemilik toko sembako di Desa Parit, mengaku baru mengetahui manfaat penggunaan QRIS secara mendalam melalui kegiatan ini.
“Selama ini saya hanya dengar-dengar soal QRIS, tapi belum pernah pakai. Setelah dijelaskan, ternyata sangat membantu. Pembeli bisa bayar lewat HP, nggak perlu bawa uang tunai. Ini sangat memudahkan,” ujar Ibu Irna saat diwawancarai usai kegiatan.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan, khususnya di desa-desa yang masih minim akses informasi teknologi.
“Kalau bisa sering-sering lah mahasiswa kayak gini datang. Kami jadi tahu hal baru dan nggak ketinggalan zaman,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan simulasi pembayaran menggunakan QRIS oleh peserta yang telah berhasil mendaftar sebagai merchant, menandai langkah awal digitalisasi transaksi di Desa Parit. Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik semangat bagi pelaku usaha desa dalam menghadapi era digital secara inklusif dan aman.
Penulis: Yuyun Sukowati






