Daerah  

Komitmen Perkuat Pasokan Pangan, BULOG dan Pemkot Bontang Resmikan Kerjasama Pembangunan Gudang

Bontang, 21 Juli 2025 – Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mempercepat penguatan infrastruktur logistik, Perum BULOG dan Pemerintah Kota Bontang secara resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) atas hibah tanah dari Pemkot Bontang kepada BULOG. Penandatanganan ini merupakan langkah strategis untuk membangun kompleks pergudangan modern di wilayah Bontang, Kalimantan Timur.

Seremoni berlangsung di Balikpapan dan melibatkan Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, serta Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati. Penandatanganan ini juga disaksikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Proses hibah ini telah melalui berbagai tahapan administratif sesuai dengan regulasi yang berlaku, mencerminkan proses kolaboratif antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Adapun objek hibah berupa sebidang tanah seluas ±30.000 meter persegi yang terletak di Jl. Letjend Urip Sumoharjo, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan. Tanah ini direncanakan menjadi lokasi pembangunan dua unit gudang masing-masing berkapasitas 1.000 ton beras. Gudang-gudang tersebut akan menjadi bagian penting dalam sistem penyimpanan dan distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan BULOG untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. “Hibah ini bukan hanya simbol komitmen, tetapi juga wujud kepedulian bersama terhadap isu ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Kita ingin memastikan masyarakat Bontang dan sekitarnya tidak mengalami kekurangan pasokan pangan,” ujar Neni Moerniaeni.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya infrastruktur logistik yang andal, khususnya di Kalimantan Timur yang sedang berkembang pesat seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Gudang ini nantinya akan memperkuat peran Bontang sebagai simpul distribusi pangan yang strategis dan mempercepat penyaluran bahan pokok ke daerah-daerah pelosok, terutama saat kondisi darurat seperti bencana alam atau lonjakan harga.

Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan bahwa pembangunan fasilitas pergudangan di Bontang menjadi bagian dari rencana jangka panjang BULOG dalam membangun jaringan logistik pangan yang tangguh dan responsif. “Fasilitas ini diharapkan tidak hanya mengamankan stok pangan, tetapi juga mendukung stabilisasi harga di tingkat lokal dan regional,” katanya.

Menurut Sudarsono, kompleks pergudangan tersebut akan dilengkapi dengan teknologi pengelolaan modern, termasuk sistem pengendalian suhu, pelacakan stok secara digital, dan integrasi data pasokan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi distribusi, serta menjamin kualitas bahan pangan yang disimpan.

Pembangunan gudang direncanakan dimulai pada Januari 2026, setelah Pemerintah Kota Bontang menyelesaikan pembangunan jalan akses menuju lokasi. Gudang ini akan difungsikan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan, melainkan juga pusat distribusi beras hasil panen lokal dan wilayah sekitarnya. Dengan fasilitas yang memadai, Perum BULOG akan lebih siap mendistribusikan bantuan pangan jika terjadi kondisi darurat, serta mendukung program bantuan sosial pangan pemerintah.

BULOG juga berencana menjadikan fasilitas ini sebagai pusat pelatihan logistik pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Melalui pelibatan masyarakat dalam operasional dan pengelolaan gudang, akan terbuka lapangan kerja baru yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. BULOG juga akan menjalin kemitraan dengan petani lokal, koperasi, dan pelaku UMKM untuk memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.

Kompleks gudang yang akan dibangun dirancang ramah lingkungan, menggunakan bahan bangunan berstandar hijau dan teknologi efisiensi energi seperti penerangan LED hemat daya serta sistem ventilasi alami. Diharapkan fasilitas ini bisa menjadi role model untuk pengembangan gudang pangan serupa di wilayah lain.

Selain itu, kerja sama ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan pangan nasional. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyediakan lahan dan dukungan kebijakan, sementara BULOG sebagai operator logistik pangan bertugas memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan di masyarakat.

Langkah yang diambil BULOG dan Pemkot Bontang menunjukkan bahwa antisipasi terhadap krisis pangan tidak cukup hanya melalui kebijakan nasional semata. Diperlukan kesiapan di level daerah melalui pembangunan infrastruktur dan jaringan logistik yang kuat. Semakin cepat dan tepat distribusi pangan dilakukan, semakin kecil kemungkinan terjadinya gejolak harga dan kekurangan pasokan.

Dengan pembangunan kompleks pergudangan di Bontang, Perum BULOG semakin memperluas jangkauan operasionalnya di Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat peran daerah sebagai garda depan dalam stabilisasi pangan nasional. Diharapkan ke depan, kerja sama seperti ini juga diterapkan di wilayah-wilayah lain yang memiliki potensi logistik tinggi, guna memperkuat ketahanan pangan nasional dari pusat hingga ke daerah terpencil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *