Mojokerto & Sidoarjo, 1 Juni 2025 – Komitmen Perum BULOG dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali diperlihatkan secara konkret melalui partisipasinya dalam kegiatan Seremonial Tanam Padi yang digelar di Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, yang didampingi oleh Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat penting dari berbagai instansi, antara lain Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, Wakil Bupati Mojokerto, Dr. Muh. Rizal Oktavian, Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf. Rully Noriza, Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. Ihram Kustarto, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nuryadi, dan Kepala Desa Bicak, Yunita Dwi Ratnasari. Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam memperkuat ekosistem pertanian nasional.
BULOG Hadir Nyata di Tengah Petani
Dalam sambutannya, Febby Novita menyampaikan bahwa BULOG bukan hanya hadir dalam wacana atau perencanaan, tetapi hadir secara nyata di lapangan sebagai offtaker utama hasil panen petani, khususnya gabah dan beras. Ia menegaskan bahwa BULOG telah menjalankan penugasan pemerintah ini dengan serius dan penuh tanggung jawab.
“Kami senang mendengar langsung dari para petani di Desa Bicak bahwa mereka telah merasakan manfaat dari kehadiran BULOG. Bahkan sebelum musim tanam ini dimulai, BULOG melalui Kantor Cabang Mojokerto telah menyerap gabah dari petani setempat secara optimal. Ini adalah bukti bahwa sinergi yang dibangun bukan sekadar simbolik, tetapi benar-benar berdampak,” ujar Febby.
Hingga awal Juni 2025, serapan gabah dan beras oleh Perum BULOG di Jawa Timur telah menembus angka 500 ribu ton. Dari jumlah tersebut, Desa Bicak menyumbang 122 ton, sementara Kecamatan Trowulan mencapai 768 ton. Angka-angka ini bukan sekadar data statistik, melainkan kontribusi nyata terhadap penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional.
Lebih dari Sekadar Seremoni
Kegiatan Tanam Raya Padi ini tidak hanya menjadi acara seremoni biasa, melainkan simbol semangat dan konsistensi semua pihak dalam menguatkan ketahanan pangan Indonesia. Febby menekankan bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, BUMN pangan, aparat keamanan, dan instansi pusat merupakan pilar penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan nasional.
“Kita optimis, selama kolaborasi ini terus berjalan harmonis, maka ketahanan pangan bukan lagi sekadar wacana, tetapi kenyataan yang terus kita bangun. Kami dari BULOG berkomitmen untuk menyerap hasil panen petani dengan harga yang adil, sesuai dengan HPP yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp6.500/kg,” tegasnya.
Modernisasi Proses Pasca-Panen di Sidoarjo
Setelah kegiatan tanam padi di Mojokerto, rombongan Wakil Menteri BUMN melanjutkan kunjungan ke Sentra Pengolahan Beras Rice to Rice (RTR) dan Gudang BULOG di Banjar Kemantren, Kabupaten Sidoarjo. Di lokasi ini, para peserta kunjungan menyaksikan langsung bagaimana proses modernisasi pertanian diterapkan mulai dari pengambilan beras (intake), penggilingan, hingga pengemasan (packaging).
Febby Novita menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas RTR merupakan bagian dari transformasi BULOG dalam mengelola cadangan pangan nasional secara modern dan efisien. Teknologi dan proses yang digunakan menjamin kualitas beras tetap terjaga, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan ekosistem pertanian lokal.
Kegiatan ini juga menjadi ajang pembuktian kesiapan BULOG dalam menjamin ketersediaan pangan nasional, dengan Cadangan Beras Pemerintah yang tersimpan secara aman dan optimal di gudang-gudang strategis seperti di Sidoarjo.
Opini Positif: BULOG Menjadi Pilar Utama Kedaulatan Pangan
Komitmen dan langkah nyata BULOG sebagai offtaker bukan hanya memberikan kepastian pasar bagi petani, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menstabilkan harga gabah, menjaga distribusi beras, dan memperkuat cadangan nasional. Peran ini sangat krusial terutama di tengah dinamika global dan tantangan iklim yang terus berubah.
Melalui kolaborasi dengan BUMN lain seperti PT Pupuk Indonesia, dan dukungan dari pemerintah daerah hingga TNI-Polri, BULOG telah menempatkan diri bukan hanya sebagai operator logistik pangan, melainkan garda terdepan dalam sistem ketahanan pangan nasional.
Yang tak kalah penting, BULOG berhasil membuktikan bahwa sistem distribusi dan pengelolaan beras dapat dijalankan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menargetkan swasembada pangan dan kemandirian ekonomi desa sebagai prioritas nasional.
Penutup: Dari Sawah ke Gudang, BULOG Hadir Menjamin Masa Depan Pangan
Kegiatan tanam raya dan kunjungan ke fasilitas pengolahan beras ini menjadi simbol bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang distribusi, penyerapan, dan keberlanjutan sistem.
BULOG telah menjalankan semua peran itu dengan baik: dari menyerap gabah di sawah, menjaga kualitas beras di gudang, hingga menyiapkan stok nasional yang siap pakai kapan pun dibutuhkan.
Ke depan, kita tentu berharap agar komitmen ini terus dijaga dan ditingkatkan. Sebab dengan BULOG sebagai pilar utama di tengah sistem pangan nasional, petani akan semakin percaya diri menanam, dan rakyat Indonesia akan semakin yakin bahwa kebutuhan pokok mereka selalu terjamin.




