Paser, 2 Juli 2025 – Komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan terus diperkuat, salah satunya melalui penyaluran bantuan beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang kini kembali digulirkan secara nasional. Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, program ini telah mulai dijalankan oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) Kantor Cabang Paser, dengan skema pemberian bantuan langsung untuk dua bulan sekaligus, yakni Juni dan Juli 2025.
Melalui skema rapel, setiap KPM akan menerima sebanyak 20 kilogram beras, yang terdiri dari dua karung beras masing-masing 10 kilogram per bulan. Kepala BULOG Kanca Paser, Muhammad Mukhlis, mengatakan bahwa skema ini bertujuan mempercepat proses distribusi, sekaligus mengurangi potensi hambatan logistik di wilayah yang memiliki tantangan geografis.
“Pembagian nanti akan dilangsungkan untuk dua alokasi secara langsung bersamaan atau dirapel. Jadi setiap KPM akan mendapat dua karung, masing-masing berisi 10 kilogram,” jelas Mukhlis kepada Media Kaltim, Rabu (2/7/2025).
Bagian dari Program Nasional yang Terstruktur dan Terpadu
Penyaluran bantuan beras ini merupakan bagian dari program bantuan pangan nasional yang secara resmi ditugaskan kepada Perum BULOG oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), berdasarkan Surat Penugasan Nomor 170/TS.03.03/K/7/2025, tertanggal 4 Juli 2025. Bantuan ini dirancang sebagai stimulus ekonomi sekaligus intervensi sosial untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah di tengah tantangan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Program ini menyasar lebih dari 18,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan total distribusi mencapai lebih dari 365 ribu ton beras dalam waktu dua bulan.
Bapanas menyebut, pelaksanaan distribusi dirapel (one shoot) dilakukan karena anggaran tambahan dari APBN baru tersedia di awal Juli 2025, sehingga penyaluran alokasi Juni dan Juli dilakukan sekaligus. Meski demikian, kualitas bantuan tetap dijaga dan diawasi ketat.
Beras Berkualitas dari Cadangan Pemerintah
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, sebelumnya telah memastikan bahwa bantuan yang disalurkan kepada KPM merupakan beras kualitas baik yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Beras ini diserap langsung dari petani oleh BULOG dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500/kg, tanpa rafaksi, demi menjamin harga layak bagi petani dan kualitas baik untuk penerima bantuan.
Di Kabupaten Paser sendiri, BULOG telah menjalin sinergi erat dengan Pemerintah Daerah, TNI/Polri, dan perangkat desa untuk memastikan penyaluran berjalan lancar, tepat sasaran, dan transparan. Mukhlis juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan aparatur desa dalam mendukung program ini.
“Bantuan ini diharapkan bisa menjadi penopang kebutuhan pangan utama masyarakat di saat harga beras cenderung tinggi. Kami pastikan proses penyalurannya dilakukan secara bertahap dan adil,” ujar Mukhlis.
Perkuat Ketahanan Sosial dan Tekan Inflasi
Penting untuk dicatat, program bantuan pangan beras ini bukan hanya soal distribusi, tetapi merupakan bagian integral dari strategi pengendalian inflasi pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi beras sempat menanjak di semester awal 2025, dengan angka per Juni 2025 mencapai 1%, naik dari 0,36% di Januari.
Namun, melalui intervensi yang cepat dan tepat, termasuk program bantuan seperti ini, pemerintah berhasil menahan laju inflasi yang lebih tinggi. Tahun sebelumnya, pada 2024, program serupa terbukti berhasil menurunkan inflasi beras dari 5,32% di Februari menjadi hanya 0,1% di Desember.
“Ini bukti nyata bahwa kebijakan yang berpihak pada rakyat dan dilaksanakan dengan gotong royong, mampu menciptakan dampak nyata,” ujar Arief Prasetyo Adi dalam pernyataan resminya.
BULOG: Dari Penyalur Bantuan ke Pilar Ketahanan Pangan
Di balik keberhasilan penyaluran bantuan pangan, Perum BULOG terus menunjukkan kiprahnya sebagai lembaga strategis pangan negara. Dengan jejaring distribusi yang luas, sistem logistik yang modern, serta komitmen tinggi untuk melayani rakyat, BULOG kini berada di garis depan dalam upaya mengurangi kemiskinan ekstrem dan memastikan pangan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.
Program bansos beras di Paser hanyalah satu dari banyak titik distribusi di seluruh Indonesia yang kini dijalankan BULOG. Di tengah tantangan cuaca, distribusi wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dan dinamika sosial, BULOG tetap hadir sebagai garda depan perlindungan pangan nasional.
Mukhlis menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja siang dan malam demi memastikan program ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan kesan positif dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penutup: Pangan untuk Rakyat, Pembangunan untuk Masa Depan
Program bantuan pangan beras dua bulan yang dijalankan BULOG Paser mencerminkan kehadiran negara yang nyata di tengah rakyat, terutama mereka yang berada dalam kelompok rentan. Di tengah fluktuasi ekonomi dan dinamika global, jaminan atas kebutuhan pokok menjadi fondasi utama bagi stabilitas nasional.
Dengan cadangan beras pemerintah yang kini mencapai lebih dari 4,2 juta ton, dan dengan keberhasilan penyaluran bantuan yang menjangkau lebih dari 18 juta penerima, Indonesia kini semakin dekat menuju cita-cita kedaulatan pangan dan keadilan sosial.
BULOG Paser dan seluruh jajarannya patut diapresiasi atas kerja senyap namun berdampak besar ini. Di saat sebagian besar masyarakat sibuk dengan rutinitas harian, para petugas di lapangan terus bergerak untuk memastikan beras sampai ke meja makan masyarakat yang membutuhkan.
Karena bagi BULOG, ketahanan pangan bukan sekadar angka di gudang—tetapi soal kehidupan, kesejahteraan, dan masa depan bangsa.




