Oleh: Yuhdi Hardiyanto, S.Pd
Ketua DPD PKS Ogan Komering Ulu
Dalam momentum Hari Guru Nasional 2025, kita kembali diingatkan bahwa seorang guru bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi pendidik kehidupan yang membentuk akhlak, karakter, dan masa depan bangsa. Guru adalah pelita yang tak pernah padam, meski sering berjalan dalam sunyi.
Dalam sudut pandang Islam, kedudukan guru sangatlah mulia. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujadilah: 11:
“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Ayat ini menegaskan bahwa pengemban ilmu, termasuk guru sebagai penyampai, memiliki kemuliaan di sisi Allah. Sebab melalui tangan merekalah lahir generasi yang beriman, berilmu, dan beradab.
Rasulullah SAW sendiri adalah guru terbaik bagi umat ini. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah sebagai pendidik yang memuliakan akhlak.”
(HR. Ahmad)
Makna hadis ini menggambarkan bahwa inti pendidikan adalah pembentukan akhlak. Maka setiap guru yang mengajarkan kebaikan, nilai, dan keteladanan, sedang menunaikan tugas kenabian “waratsatul anbiya” pewaris para nabi.
Di Hari Guru 2025 ini, saya mengajak seluruh masyarakat OKU khususnya dan seluruh masyarakat indonesia pada umumnya untuk memberikan penghormatan terbaik kepada para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut. Mereka bukan hanya mengajar membaca dan berhitung, tetapi menanamkan keberanian, integritas, serta harapan ke dalam diri anak-anak kita.
Mari kita dukung mereka bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan kebijakan, perhatian, dan penghargaan yang layak. Karena maju tidaknya sebuah bangsa dapat dilihat dari bagaimana bangsa itu memuliakan gurunya.
Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kesabaran, dan keberkahan kepada seluruh guru di Kabupaten OKU dan di seluruh Indonesia. Semoga setiap huruf ilmu yang mereka ajarkan menjadi amal jariyah yang tidak pernah putus.
Selamat Hari Guru Nasional 2025.
Guru Hebat, Pendidikan Kuat, Bangsa Bermartabat.


