Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Sosialisasikan Pencegahan Stunting di SMA Negeri 2 Indralaya Utara

Ogan Ilir, 31 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting di SMA Negeri 2 Indralaya Utara, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini menyasar siswa-siswi kelas XII-3 guna meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya gizi dan kesehatan sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

Acara dibuka oleh MC yang memandu jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Ketua Kelompok 5 KKN, Muhammad Imam Fajri, dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan siswa terkait pola hidup sehat.

“Menjelang masa dewasa, remaja perlu mempersiapkan diri menjadi calon orang tua yang sehat, baik fisik maupun mental,” ujarnya.

Untuk mencairkan suasana, panitia menghadirkan sesi ice breaking yang membuat peserta lebih rileks sebelum memasuki materi inti.

Materi utama disampaikan oleh Yutini Nadroh, S.Tr.Gz., Nutrisionis Puskesmas Simpang Timbangan. Ia menjelaskan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada masa awal kehidupan. Dampaknya dapat memengaruhi kecerdasan, produktivitas, dan kesehatan dalam jangka panjang. Yutini juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak remaja.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Siswa mengajukan pertanyaan seputar nutrisi, kebiasaan makan sehat, hingga peran remaja dalam menciptakan keluarga sehat. Salah satu siswa mengungkapkan,

“Saya jadi paham kalau menjaga gizi itu penting, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan keluarga. Penjelasannya mudah dimengerti.”

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan doorprize kepada peserta yang aktif berpartisipasi. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama antara narasumber, mahasiswa KKN, dan seluruh siswa kelas XII-3.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 5 UIN Raden Fatah Palembang berkontribusi dalam mendukung program nasional pencegahan stunting. Edukasi yang dikemas secara menarik dan interaktif ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang sehat dan berkualitas.

(Laporan: Chacha Septha Rizkha)