Palembang, 8 Agustus 2026 — Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW IKADI) Sumatera Selatan menghadiri rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Asrama Haji Palembang, Jumat–Ahad, 7–9 Agustus 2026.
Musda XI MUI Provinsi Sumatera Selatan mengangkat tema:
«“Optimalisasi Peran MUI sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah dalam Memperkuat Sinergisitas Ulama, Umara dan Umat Menuju Sumsel Maju untuk Semua.”»
Pembukaan Musda Dihadiri Berbagai Unsur
Pembukaan Musda XI MUI Sumatera Selatan dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Sumatera Selatan Prof. Dr. KH. Aflatun Muchtar, M.A., jajaran pengurus MUI kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, para ulama, pimpinan pondok pesantren, akademisi, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 119 peserta dari berbagai unsur. Hadir pula perwakilan dari MUI Pusat, Prof. Dr. Armai Arief, M.A., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta Musda.
Kehadiran berbagai komponen tersebut menunjukkan kuatnya dukungan dan sinergi antara ulama, umara, organisasi kemasyarakatan Islam, dunia pendidikan, pondok pesantren, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat peran MUI di Sumatera Selatan.
Laporan Ketua Panitia
Ketua Panitia Musda XI MUI Provinsi Sumatera Selatan, H. Firdaus, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa Musda merupakan forum permusyawaratan tertinggi MUI di tingkat provinsi.
Musda menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja, menyusun strategi dan arah kebijakan organisasi, memperkuat konsolidasi kelembagaan, serta memilih kepengurusan yang amanah dan mampu menjawab kebutuhan umat serta tantangan zaman.
Sambutan Ketua MUI Sumatera Selatan
Ketua MUI Provinsi Sumatera Selatan, Prof. Dr. KH. Aflatun Muchtar, M.A., menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda merupakan bagian dari amanat Peraturan Organisasi (PO) MUI.
Musda tidak hanya menjadi forum evaluasi dan regenerasi kepemimpinan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat.
Beliau menegaskan pentingnya MUI terus menjalankan perannya sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah) dengan memperkuat sinergi antara ulama, umara, organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan seluruh elemen masyarakat.
Arahan MUI Pusat
Mewakili MUI Pusat, Prof. Dr. Armai Arief, M.A., memberikan arahan kepada seluruh peserta Musda.
Beliau menekankan bahwa Musda harus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas pengabdian, serta memastikan seluruh program MUI benar-benar berorientasi pada kemaslahatan dan kepentingan umat.
MUI diharapkan terus berkembang menjadi organisasi yang lebih maju, profesional, berkualitas, dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat.
Dalam menjalankan amanah organisasi, kepentingan umat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Setiap pengurus hendaknya bekerja dengan penuh keikhlasan, amanah, tanggung jawab, dan menghasilkan kerja yang berkualitas.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menghadapi perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), dengan ilmu dan akhlak. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan melakukan tabayyun, sehingga umat tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Penguatan ukhuwah juga menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan umat. MUI diharapkan mampu menjadi rumah bersama yang memperkuat persaudaraan, menghargai perbedaan, dan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan umat.
Sambutan Gubernur Sumatera Selatan
Mewakili Gubernur Sumatera Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Chandra, S.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda XI MUI Provinsi Sumatera Selatan.
Beliau menegaskan bahwa MUI merupakan mitra strategis Pemerintah dalam membangun masyarakat Sumatera Selatan yang religius, harmonis, maju, dan sejahtera.
Sinergi antara pemerintah dan ulama harus terus diperkuat. Musda merupakan forum tertinggi organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun strategi, meningkatkan kualitas kerja organisasi, serta merespons perkembangan teknologi dan berbagai tantangan zaman.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan MUI, termasuk dalam pengembangan sertifikasi halal, ekonomi syariah, pemberdayaan umat, pembinaan kehidupan keagamaan, serta berbagai program yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Beliau berharap seluruh peserta Musda mengedepankan musyawarah untuk mufakat, sehingga setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kemaslahatan umat.
Menurut beliau, MUI merupakan rumah besar para ulama yang memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan kepada umat dan menjaga kehidupan keagamaan masyarakat.
Sinergi antara ulama dan umara harus terus diperkuat untuk mendukung terwujudnya visi “Sumsel Maju untuk Semua.”
Mengakhiri sambutannya, Dr. Drs. H. Edward Chandra, S.H. berharap Musda XI MUI Sumatera Selatan menghasilkan keputusan-keputusan yang baik, penuh keberkahan, dan memberikan manfaat luas bagi umat, masyarakat, serta pembangunan Provinsi Sumatera Selatan.
Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim,” Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi membuka Musyawarah Daerah XI Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026.
Doa Pembukaan
Rangkaian pembukaan Musda XI MUI Provinsi Sumatera Selatan kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh KH. Amin Dimyati H., S.H.
Doa dipanjatkan agar seluruh rangkaian Musda diberikan kelancaran, ketenangan, dan keberkahan. Para peserta diberikan kemampuan untuk bermusyawarah dengan penuh keikhlasan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.
Doa juga dipanjatkan agar seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Musda XI menjadi keputusan terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan Provinsi Sumatera Selatan, serta mendapatkan ridha dan keberkahan Allah SWT.
















