PALEMBANG — Ada cara berbeda yang dilakukan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (AMY) untuk menyapa sekaligus mengajak anak muda mengenalkan sisi positif Kota Palembang. Bersama sejumlah influencer dan pegiat kreatif muda Palembang, AMY mengunjungi lokasi pembuatan pempek yang tengah viral di Kota Pempek tersebut. Tempatnya dikenal sebagai Pempek Koyek.
Kunjungan itu tidak hanya diisi dengan menikmati kuliner khas Palembang. AMY turut terlibat langsung dalam proses memasak pempek dan melihat bagaimana makanan khas Palembang tersebut dibuat.
Lokasi pembuatan pempek Koyek yang berada di tepian Sungai Musi menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati pempek, tetapi juga melihat langsung proses pembuatannya sembari menikmati suasana dan panorama Sungai Musi.
Bagi AMY, konsep seperti ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu trademark Kota Palembang. Perpaduan antara kuliner khas, aktivitas kreatif anak muda, serta panorama Sungai Musi dinilai dapat menjadi pengalaman yang kuat bagi wisatawan yang datang ke Palembang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kak Bahar, Juju Si Konyols, Hafidz Dagucoklat, Udafajar, serta sejumlah pegiat media dan influencer lainnya yang ikut memeriahkan kegiatan. Tak lupa rombongan juga disambut oleh Owner Pempek Koyek yang sempat hadir pada kegiatan tersebut.
Kehadiran para kreator muda tersebut sekaligus menunjukkan bahwa promosi wajah Palembang tidak hanya dapat dilakukan melalui cara-cara konvensional. Anak muda dengan kreativitas dan kekuatan media sosial juga dapat mengambil peran dalam memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Lebih jauh, dukungan AMY terhadap aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong narasi positif tentang Palembang. Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia dengan sejarah panjang Kesultanan Palembang Darussalam, Palembang memiliki kekayaan sejarah, budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat yang layak untuk lebih banyak dikenal secara nasional.
AMY ingin agar Palembang tidak terus-menerus dikenal melalui stigma negatif yang selama ini kerap terdengar di tingkat nasional. Sebaliknya, Palembang perlu lebih banyak menunjukkan sisi positifnya: kota yang kaya sejarah, memiliki budaya yang kuat, kuliner yang khas, serta anak muda yang kreatif dan mampu menggerakkan potensi daerah.
Pempek menjadi salah satu pintu masuk yang paling kuat untuk memperkenalkan identitas tersebut. Tidak hanya sebagai makanan khas, pempek dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang menghubungkan kuliner, Sungai Musi, kreativitas anak muda, dan sejarah Palembang.
Dengan semakin banyaknya anak muda, pelaku usaha, influencer, dan komunitas kreatif yang ikut mempromosikan potensi lokal, Palembang diharapkan dapat membangun citra baru yang lebih positif dan semakin dikenal sebagai kota yang memiliki daya tarik budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakatnya.














