Palembang-Di balik unggahan foto Instagram yang tampak estetik dan penuh prestasi, tersimpan berbagai tantangan psikologis yang dihadapi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri. Realita inilah yang diangkat dalam kegiatan Webinar Mental Health berjudul “Beyond the Aesthetic: Realita Mental Health di Balik Foto Instagram Kuliah di Luar Negeri” yang diselenggarakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 16.00–17.30 WIB secara daring melalui Zoom.

Webinar ini menghadirkan M. Iqbal, Ph.D, Owner Rumah Konseling sekaligus Ketua PPI Malaysia periode 2007–2008, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini turut diawali dengan sambutan dari Drs. Berlian Helmy, M.Ec, Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan sekaligus Penasihat P3IA, serta Abdul Waris, M.Pd, Ketua P3IA 2025–2026 dan Doctoral Student di BSU. Diskusi dipandu oleh Lia Simanjuntak, S.TP, MBA Student di UNEC, sebagai moderator.
Melalui webinar ini, peserta diajak untuk memahami sisi lain kehidupan mahasiswa internasional, khususnya terkait tekanan akademik, tuntutan sosial, rasa kesepian, hingga ekspektasi yang kerap terbentuk dari media sosial.
Diskusi ini diharapkan mampu membuka ruang kesadaran bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian serius, baik oleh mahasiswa, keluarga, maupun lingkungan akademik.
Peserta kegiatan ini terdiri atas pengurus P3IA Azerbaijan, mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di luar negeri, khususnya di Azerbaijan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap isu kesehatan mental dan pendidikan internasional.
Kegiatan webinar ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) P3IA Azerbaijan, yang berfokus pada penguatan kapasitas, kesiapan mental, serta pengembangan kualitas mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Webinar internasional ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa yang sedang maupun yang akan menempuh studi di luar negeri agar memiliki kesiapan kesehatan mental yang prima. Dengan kondisi mental yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menjalani proses akademik secara optimal, menghadapi berbagai tantangan dengan lebih adaptif, serta menyelesaikan studi dengan sebaik-baiknya hingga lulus sebagai lulusan terbaik.
Isu kesehatan mental dinilai penting untuk dibahas mengingat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa masih banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengalami permasalahan kesehatan mental.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri. Dalam praktiknya, pelajar kerap menampilkan citra positif di media sosial, khususnya Instagram, yang tidak selalu mencerminkan kondisi nyata yang mereka hadapi. Berbagai tantangan pun dihadapi mahasiswa overseas, mulai dari perbedaan budaya, pola makanan, hambatan bahasa, hingga tekanan dalam proses akademik.
Dengan terselenggaranya webinar ini, panitia berharap dapat meningkatkan literasi kesehatan mental serta mendorong terciptanya ruang dialog yang lebih empatik dan suportif bagi mahasiswa Indonesia, khususnya mereka yang sedang atau akan menempuh studi di luar negeri.
/Eml/












