Daerah  

Ustadz Iqbal Romzi Soroti Tantangan Pesantren Modern dalam Seminar “Problematika Dunia Pesantren”

Palembang — Seminar bertajuk “Problematika Dunia Pesantren” menghadirkan Ustadz Iqbal sebagai salah satu pemateri yang menyampaikan perspektif strategis mengenai dinamika pendidikan pesantren di era digital. Acara ini berlangsung pada Sabtu (22/11) di Rids Palembang dan dihadiri oleh para pengasuh pesantren, pendidik, tokoh masyarakat, serta akademisi dari berbagai lembaga pendidikan Islam.

Dalam paparannya, Ustadz Iqbal menekankan bahwa pesantren memiliki peran historis sebagai benteng moral dan pusat pendidikan Islam, namun kini dihadapkan pada tantangan baru yang memerlukan langkah-langkah pembaruan. Menurutnya, perubahan sosial yang cepat, perkembangan teknologi, serta tuntutan kompetensi global menuntut pesantren untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas keislaman yang menjadi ciri khasnya.

“Pesantren harus tetap menjadi pusat pembentukan karakter dan moralitas. Namun, di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, pesantren juga wajib menyiapkan generasi yang siap bersaing secara intelektual dan profesional,” ujar Ustadz Iqbal dalam penyampaian materinya.

Ia memaparkan sejumlah persoalan utama yang saat ini banyak dihadapi pesantren, mulai dari kualitas tenaga pendidik, keterbatasan sarana prasarana, minimnya integrasi teknologi, hingga masalah pendanaan.Di samping itu, Ustadz Iqbal juga menyoroti pentingnya kesehatan mental santri, kesenjangan kompetensi masa depan, serta perlunya kurikulum yang lebih seimbang antara ilmu diniyah dan ilmu umum.

Dalam seminar tersebut, Ustadz Iqbal mengajukan sejumlah rekomendasi strategis yang dapat dilakukan pesantren untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Di antaranya adalah peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, digitalisasi pembelajaran, reformasi manajemen kelembagaan, serta penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

“Jika pesantren mampu memperkuat tata kelola, memodernisasi proses pembelajaran, dan membuka kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah maupun dunia usaha, maka pesantren akan tetap relevan dan menjadi penggerak peradaban Islam di masa depan,” ungkapnya.

Kegiatan seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pemateri dan peserta. Ustadz Iqbal berharap diskusi dan kajian seperti ini terus dilakukan agar pesantren dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam membentuk generasi berakhlak mulia dan kompeten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *